Jumat, 26 April 2013

Waspadai Bahan-Bahan Kimia Berbahaya Di Sekitar Kita

Tahukah kita, tanpa kita sadari, lingkungan sekitar kita, termasuk barang-barang kebutuhan sehari-hari yang kita gunakan, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh kita. Tanpa sadar kita telah menghirup bahan-bahan kimia berbahaya yang berasal dari benda-benda yang terdapat di tempat tinggal kita.
 

1.Asbes

Serat mineral silika yang bersifat flexibel,tahan lama dan tidak mudah terbakar. Jika ikatan asbes dalam senyawa lepas maka serat asbes akan masuk ke dalam udara dan bertahan dalam waktu yang lama.

  2. Bioaerosol

Kontaminan biologi seperti virus, bakteri jamur, lumut, serangga atau serbuk sari tumbuhan. Kontaminan biologi tersebut jika di hembus oleh angin akan masuk ke udara dan mencemari udara yang bersih.

3.  Formalhedid

Merupakan aldehid sederhana, gas formahedidtidak berwaana dan di emisikan dari bahan-bahan bangunan, terdapat pada industri rumah tangga atau proses pembakaran. Juga terdapat pada produk kayu yang di press, papan dinding, tekstil. Formalhedid masuk ke udara akibat terjadi pengikisan dan penguapan akibat panas yang tinggi.

  4. Bahan-bahan Pertikulat

Seperti debu yang berterbangan di udara ditemui dalam bentuk logam-logam berat yang jika di hirup oleh manuasia akan mengakibatkan penyakit.

  5. Senyawa Organik Volatil (Volatil Organic Compound)

Mudah menguap pada suhu kamar dalam bentuk Aerosol yang terdapat pada pembersih, cat, vernis, produk kayu yang di press, pestisida dan bahan semir.

  6. Karbon Monoksida (CO)

Suatu Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa.Dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah 129˚c. Berasal dari pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan. Kota dengan lalu lintas yang tinggi akan banyak menghasilkan  gas CO,sehingga kadar CO dalam udara relaif tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan.  Karbon monoksida jika terhisap ke paru-paru akan ikut ke peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan di butuhkan oleh tubuh. Osentarasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman jika waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 8 ppm jika dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual.Orang yangmerokok akan mengeluarkan gas CO sebanyak 20.000 ppm yang kemudian encer 400-500 ppm, selama di hisap akan membahayakan orang yang perokok sendiri dan orang  yang di sekitar perokok. Orang yang perokok berat akan mudah terkena penyakit jantung.

Mikroorganisme dalam tanah merupakan bahan yang dapat menghilangkan CO dari atsmosfer, Sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur Panicillium dan Aspergillius.

  7. Karbondioksida (CO2)

Batu bara terdiri atas sebagian karbon jika di bakar akan bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbondioksida. Gas alam dan minyak bumi termasuk senyawa hidrokarbon dan bila di bakar akan menghasilkan karbondioksida dan uap air.

Pada dasarnya karbondioksida tidak berbahaya bagi manuasia namun kenaikan kadar CO2 di udara telah mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan bumi, Fenomena ini disebut juga dengan rumah kaca yang disebut juga dengan pemanasan global.

  8. Nitrogen Oksida (NOx)

Nitorogengen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida Nitrogen mempunyai dua bentuk yang sifatnya berbeda yakni gas NO2 dan Gas Nox. Gas NO2 adalah berwarana coklat dan berbau tajam, bila mencemari udara mudah diamati dan baunya sangat menyegat, sedangkan gas NO tida berwarna dan tidakberbau maka sulit diamati bila gas NO mencemari udara.

Sumber utamanya gas Nox adalah jalan lalu lintas yang bertanggung jawab sekitar setengah total emisi yang ada di eropa. Sumber lainnya adalah pembangkit tenaga listrik,pabrik pemanas dan proses inustri.

Gas NO akan lebih berbahaya bila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehingga menjadi gas NO2 yang dapat mengakibatkan gangguan saraf yng mengakibatkan kejang-kejang dan jika terus berlanjut akan akibatkan kelumpuhan.

  9. Ozon ( O3 )

Merupakan polutan sekunder yang merupakan emisi tidak langsung kedalam udara tetapi dibentuk oleh reaksi fotokimia, ozon diketahui menyerap radiasi UV uB.

Ozon terbentuk di lapisan ozon,lapisan ozon dapat terkikis oleh Klorofluorokarbon (CFC).

Ozon terbentuk oleh interksi cahaya ultraviolet dengan atsmosfer bumi dan membentuk satulapisan ozon pada ketinggian 50 Kilometer. Ozon diyakini sebagai bahan beracundan baha pencemar biasa, mempunyai bau yang keras , menusuk hidung.

Ozon yang terbentuk pada kadar rendah dalam udara akibat arus listrik seperti kilat dan oleh tenga tinggi seperti Radiasi elektroagnetic.

Ozon merupakan polutan fotokimia yang terbentuk dari senyawa organik Volatil. Nox dan CO dengan bantuan radiasi matahari pada panjang gelombang pendek. Kontaminasi yang akut ketingkatan ozon yang lebih tinggi dapat menginduksi perubahan pada fungsi paru-paru,perdangan saluran udara dan peningkatan penyakit saluran udara menjadi penyakit yang berhubungan dengan bronkitis.